Akses Terputus, Relawan dari Solok Lewati Sungai Landia untuk Salurkan Bantuan ke Matur
Syifa Khairunnisa 24046096
Pasca banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Agam membuat akses utama menuju Kecamatan Matur terputus. Pada Rabu (4/12), sekelompok relawan dari Solok yang membawa bantuan logistik dan sebuah ambulans terpaksa mencari rute lain, karena jalan utama tidak dapat dilewati, sehingga mereka memilih jalur alternatif melalui Sungai Landia.
Perjalanan melalui Sungai Landia berlangsung dengan sangat hati-hati. Dalam beberapa titik, kondisi jalan tampak menyempit akibat longsoran tebing. Jalan berbatu, licin, dan menurun tajam membuat rombongan harus sering berhenti untuk memastikan kendaraan terutama ambulans, dapat melewati area dengan aman. Sisa tanah longsor yang masih menutupi sebagian bahu jalan menjadi tantangan tambahan sepanjang perjalanan.
Setelah melewati jalur perbukitan yang rawan tersebut, rombongan akhirnya tiba di Kantor Camat Matur, lokasi yang aman untuk menurunkan sebagian logistik. Ambulans yang dibawa turut disiagakan di halaman kantor untuk mendukung kebutuhan warga yang terdampak banjir, sementara mobil pickup menurunkan bahan pokok seperti beras, air minum, dan perlengkapan harian yang diperlukan warga.
Relawan menyebutkan bahwa kondisi di Matur masih membutuhkan dukungan karena sebagian wilayah masih memulihkan diri dari dampak banjir. Warga yang mereka temui menyampaikan bahwa bantuan terlambat sampai akibat akses utama yang tertutup sejak hari pertama longsor. Karena itu, meski jalur alternatif melalui Sungai Landia berisiko, relawan memilih tetap melaluinya agar pasokan kebutuhan dasar tetap bisa disalurkan.
Mereka berharap akses utama segera dapat dibuka kembali agar pengiriman bantuan berikutnya tidak lagi harus memutar melalui jalur perbukitan yang sempit dan rawan longsor. Namun, selama kondisi belum pulih, relawan memastikan bahwa mereka akan tetap berusaha menjangkau daerah terdampak dengan cara yang memungkinkan.


Komentar
Posting Komentar