Antara Nilai dan Romansa : Cinta Mahasiswa UNP di Tengah Tumpukan Tugas
foto hanya ilustrasi source by pinterest (suzianatashaz3)
Padang, (Niskalakampus). Di tengah kesibukan akademik Universitas Negeri Padang (UNP), disini tidak hanya sekedar tempat untuk mengejar cita-cita, tapi juga sebagai tempat bertemunya dua insan yang saling dimabuk asmara.
Namanya Davit mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan Febri Mahasiswi Pendidikan Sejarah, keduanya bertemu saat melaksanan cek kesehatan untuk mahasiswa baru tahun lalu. Mereka berhasil menjalin hubungan asmara yang sehat, sambil mengembangkan antara cinta dan tuntutan tugas. Mereka bukan hanya pasangan belajar, tetapi juga pasangan yang selalu belajar mencintai di tengah sulitnya dunia akademik.
"Kami sering mengerjakan tugas bersama, kadang tugas yang bikin sakit kepala ini jadi lebih ringan kalau ada dia," ujar Febri sambil tersenyum malu.
Namun, hubungan di masa kuliah pasti punya tantangan tersendiri. Jadwal kuliah yang padat, tuntutan akademik yang sering kali menguji komitmen mereka. Febri mengaku, keseimbangan antara cinta dan Cita itu bukan hal yang mudah.
"Kami pernah bertengkar karena aku sibuk dengan tugas kuliah, Tapi kami belajar, cinta itu bukan cuma soal ketemu, tapi juga saling memberi kepastian dan pengertian," tambah Davit.
Fenomena cinta di lingkungan kampus sebenarnya bukan hal yang baru. Menurut hasil penelitian Andi Tiara Nurul Izzah Fathia dan Erna Herawati dari Universitas Padjadjaran, pacaran bagi mahasiswa bukan sekadar urusan cinta, tapi juga bagian dari interaksi sosial yang punya makna simbolik. Jadi, selama keduanya bisa saling menjaga dan tetap fokus pada tujuan utama mereka untuk berkuliah, serta saling memberi dukungan, hubungan seperti ini justru bisa membentuk kedewasaan emosional.
Bagi Davit dan Febri, cinta di kampus bukan cuma hanya tentang kisah romantis saja, tapi juga sebuah pengalaman hidup. Disanalah mereka belajar cara membagi waktu, menahan ego, dan memahami arti pentingnya kepercayaan. Bukan hanya untuk pasangan, tapi juga untuk diri sendiri dan masa depan nantinya.
Apalagi di saat Ujian Tengah Semester yang melanda seperti sekarang, keduanya kembali dengan rutinitas masing-masing. Tapi mereka tetap saling memberi dukungan untuk mereka masing-masing.
"Nilai memang penting, tapi cinta juga mengajarkan hal-hal yang mungkin gapernah diajarkan di kelas." Ucap Febri sambil tersenyum manis.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar